Ditulis pada tanggal 26 December 2011, oleh admin, pada kategori Kegiatan

The Memorable Story of “Saya-IELSP-Arizona”

Saya Nurona Azizah, mahasiswa keperawatan Fakultas Kedokteran 2008 Brawijaya mendapatkan beasiwa penuh- undergraduate-yang disponsori oleh Pemerintah Amerika Serikat. Nama program tersebut adalah IELSP (Indonesia English Language Study Program) yang diberikan oleh Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat, U.S. Department of State, Bureau of Educational and Cultural Affairs (ECA) yang bekerja sama dengan Indonesian International Education Foundation (IIEF) bekerja sama dengan Institute of International Education (IIE) dan mengikuti program pendidikan American English and Culture Program (AECP) di Arizona State University, Amerika Serikat. Program ini merupakan beasiswa tergolong “paling dicari” karena terdapat sekitar 3000 pelamar beasiswa dan yang diterima hanya 72 orang (dibagi 4 regio: Kansas, Iowa, Virginia, Arizona). Program ini kebanyakan menyaring mahasiswa yang aktif dalam kegiatan organisasi (leadership) karena tujuan penting dari beasiswa ini adalah  para leaders dapat memuwujdkan “Bagaimana mengambil sisi positif dari  Amerika untuk diterapkan di Indonesia”. Disamping organisasi, juga diambil dari prestasi menulis, debat bahasa inggris, penulisan karya tulis, dan prestasi-prestasi atau keaktifan lainnya. Saya merupakan satu-satunya yang berasal dari Mahasiswa Brawijaya saat itu.

Beasiswa penuh berarti kami mendapat biaya hidup gratis, pembuatan visa gratis, vaksinasi MMR gratis, host family yang sangat baik, bypass untuk transportasi gratis, uang saku dan uang untuk pulang pergi, buku-buku gratis yang harganya mahal, berkeliling gratis di Arizona, dan fasilitas gratis lainnya. Beasiswa ini telah membawa kami ke Grand Canyon, Sedonna, Tucson, dan tempat-tempat menarik lainnya.

Saya disana mengikuti program pelatihan bahasa Inggris intensif. Pelatihan tersebut berdurasi paling sedikit 20 jam per minggu. Kelas saya terdiri dari reading/writing, speaking/listening, dan American music. Saya belajar bersama-sama dengan mahasiswa dari berbagai negara dan bangsa yang tergabung dalam kelas immersion. Saya berangkat pada tanggal 22 Oktober 2011 hingga 20 Desember 2011. Teman saya saat itu berasal dari Arab Saudi, Rusia, Oman, China, Korea Selatan, Meksiko. Saya adalah satu-satunya orang yang berasal dari Indonesia saat itu.

Disamping program intensif belajar bahasa Inggris, saya terlibat dalam berbagai acara sosial dan budaya. Saya ber-18 orang juga dimandatkan sebagai duta budaya dan pariwisata. Sehingga jadwalnya dan banyaknya tugas tidak membuat kami berhenti berlatih untuk persiapan acara International Night yang diadakan pada tanggal 20 November 2011. Saat itu saya menjabat sebagai penanggung jawab, jadi sedikit menegangkan karena peserta dan penontonnya dari mahasiswa maupun non mahasiswa Arizona State University. Kami sukses membuat penonton senang. Hal ini dapat berasalah juga karena saat itu kami berlatih hampir setiap hari sekitar  pukul 17.00 – 20.00 WIB. Dan itu tempat latihan kami juga berada di underground. Walaupun suhu dingin tergolong ekstrim, namun tetap berlatih. Tidak salah setelah keesokan harinya, para pegawai dan guru guru dari AECP membicarakan kami dan Indonesia tentunya, juga tidak disangka-sangka menarik professor dari Arizona. Saat itu kami membawakan 6 tari, yakni Kebyar duduk (Bali), soya-soya (NTT), jathil (Ponorogo), tungaling kuda (Tarakan), tari piring (Sumatera), dan tari Banyuwangi. Selain itu kami juga membawakan tari pada saat graduation (satu-satunya yang memberikan pertunjukan saat itu). Karena kita sebagai duta yang merupakan gambaran Indonesia, kita harus membawakan diri kita baik bukan  hanya dalam segi budaya, namun juga prestasi kita di kelas dan kegiatan lainnya.

Fasilitas lainnya adalah tentang kemudahan akses untuk melakukan semua yang kita inginkan. Berada di Arizona State University adalah hal paling memorial bagi saya karena disana kita bisa menggunakan fasilitas semau kita tanpa mempedulikan kita berasal dari jurusan/fakultas mana. Dengan menggunakan ID card, kita bisa memasuki Musical Building yang notabene berisi ratusan piano dan bisa bermain 24 jam disana, kita bisa memasuki kelas dimanapun kita berada walaupun kita berbeda jurusan/fakultas, kita bisa mengikuti pembedahan mayat walaupun bukan berasal dari mahasiswa kedokteran disana. Birokrasi disana sangat mudah, hanya saja yang sulit adalah masalah makanan yang harus berlisensi jika ingin mengadakan kegiatan disana. Disana, kita akan menjumpai bunch of professor yang interest terhadap Indonesia dan sangat mudah ditemui (malahan beliau yang ingin bertemu kita). Dengan kesempatan ini, hingga saat ini saya masih berhubungan baik dengan Profesor-profesor disana dan ikut membantu inshaAllah dalam rencana beliau membuat buku tentang Indonesia (setelah sebelumnya menemui kesulitan).

Disamping itu, kita bisa melakukan perjalanan seharian penuh namun masih berada di negara bagian Arizona dengan gratis, hanya dengan menggunakan kartu. Transportasi, kebersihan, keramahan, ketertiban, dan fasilitas yang serba ‘wah’ semua tersedia. Yang paling menyenangkan adalah mereka sangat toleransi dan sangat menghargai orang dengan disability. Semua fasilitas tersebut selalu menyediakan fasilitas khusus bagi orang disability. Banyak hal baik yang dapat saya implementasikan di Indonesia. Kejujuran, kedisiplinan, dan direct communication (jika iya = iya, tidak = tidak) adalah harga mati di US. Banyak pelajaran yang dapat saya ambil disana dan saya sangat berharap dapat berada disana lagi.

Pada intinya, saya sangat bersyukur karena telah diberi kesempatan langka ini. Saya berharap, setelah  saya kembali tidak serta merta berhenti disini saja. Saya benar-benar ingin membantu  negara saya yang menurut saya merubah  kepribadian saya dulu. Saya berharap esok atau kapanpun, saya dapat membawakan kontribusi untuk kampus tercinta Brawijaya, kota saya, provinsi saya, dan Indonesia pada skala luasnya. Tidak perlu terlalu besar, yang saya butuhkan saat ini adalah dengan membuat langkah-langkah kecil terlebih dahulu yang pada akhirnya akan timbul langkah besar dalam tindakan saya. Amin amin Ya Rabbal Alamin. Jika ada yang ingin mengikuti jejak saya, inshaAllah saya akan membantu kalian saudaraku (085233079840).